Minggu, 08 Januari 2012

ASKEB II KBI


A.      Pengertian
1.       Varney 2004
Suatu tindakan untuk mengontrol dengan segera hemoraghe post partum (HPP) dengan melibatkan kompresi uterus dengan dua tangan.
2.       Depkes 1996-1997
Menekan rahim dengan kedua tangan dengan maksud merangsang rahim untuk berkontraksi dan mengurangi perdarahan.
3.       KBI adalah suatu cara ubtuk mengatasi perdarahan karena atonia uteri yang tidak berkontraksi dalam 15 detik setelah dilakukan rangsangan taktil (massase fundus uteri).
B.      Indikasi
Adanya perdarahan karena atonia uteri
C.      Tujuan
1.       Menghentikan perdarahan dengan segera
2.       Merangsang kontraksi uterus
D.      Penatalaksanaan
1.       Segera lakukan kompresi bimanual internal:
a.       Pakai sarung tangan desinfeksi tingkat tinggi atau steril, dengan lembut masukkan secara obstretik (menyatukan kelima ujung jari) melalui introitus ke dalam vagina ibu.
b.      Periksa vagina dan serviks. Jika ada selaput ketuban atau bekuan darah pada kavum uteri mungkin hal ini menyebabkan uterus tak dapat berkontraksi secara penuh.
c.       Kepalkan tangan dalam dan tempatkan pada vorniks anterior, tekan dinding anterior uterus ke arah tangan luar yang menahan dan mendorong dinding posterior uterus ke arah depan sehingga uterus ditekan dari arah depan ke belakang.
d.      Tekan kuat uterus diantara kedua tangan. Kompresi uterus ini memberikan tekanan langsung pada pembuluh darah yang terbuka (bekas implantasi plasenta) di dinding uterus dan juga merangsang miometrium untuk berkontraksi.
e.      Evaluasi  keberhasilan :
i.   Jika uterus berkontraksi dan perdarahan berkurang, teruskan melakukan KBI selama 2 menit, kemudian perlahan-lahan keluarkan tangan dan pantau ibu secara melekat selama kala empat.
ii. Jika uterus berkontraksi tapi masih terjadi perdarahan , periksa ulang perinium , vagina dan serviks apakah terjadi laserasi.Jika demikian, segera lakukan penjahitan untuk menghentikan perdarahan.
iii.    Jika uterus tidak berkontraksi dalam waktu 5 menit , ajarkan keluarga untuk melakukan Kompresi Bimanual Eksterna (KBE) kemudian lakukan langkah-langkah penatalaksanaan atonia uteri selanjutnya. Minta keluarga untuk mulai menyiapkan rujukan.
2.       Berikan 0,2 ergometrin IM atau misoprostol 600-1000 mcg per rektal. Jangan berikan ergometrin kepada ibu dengan hipertensi karena ergometrin dapat menaikkan tekanan darah.
3.       Gunakan jarum berdiameter besar ( ukuran 16 atau 18 ), pasang infus dan berikan 500 cc larutan Ringer Laktat yang mengandung 200 unit oksitosin.
Alasan : Jarum berdiameter besar memungkinkan pemberian larutan IV secara cepat dan dapat dipakai untuk transfusi  darah (jika perlu). Oksitosin secara IV cepat merangsang kontraksi uterus. Ringer Laktat diberikan untuk restorasi volume cairan yang hilang selama perdarahan.
4.       Pakai sarung tangan steril atau desinfeksi tingkat tinggi dan ulangi KBI.
Alasan: KBI dengan ergometrin dan oksitosin akan membantu uterus berkontraksi.
5.       Jika uterus tidak berkontraksi dalam waktu 1 sampai 2 menit, segera rujuk ibu karena hal ini bukan atonia uteri sederhana. Ibu membutuhkan tindakan gawat darurat di fasilitas kesehatan rujukan yang mampu melakukan tindakan operasi dan transfusi darah.
6.       Sambil membawa ibu ke tempat rujukan , teruskan tindakan KBI dan infus cairan hingga ibu tiba ditempat rujukan.
a.       Infus 500 ml pertama dihabiskan dalam waktu 10 menit
b.      Berikan tambahan 500ml/jam hingga tiba di tempat rujukan atau hingga jumlah cairan yang diinfuskan mencapai 1,5 L dan kemudian lanjutkan dalam jumlah 125 cc/jam.
c.       Jika cairan infus tidak cukup , infuskan  500ml  (botol kedua ) cairan infus dengan teteskan sedang dan ditambah dengan pemberian cairan secara oral untuk rehidrasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar